08 April 2009
7 Rahasia Cewek yang Sering Diumpetin ke Cowok
1. Harga asli lebih mahal
Jujur saja, wanita sangat menikmati acara belanja. Apalagi kebanyakan dari kaum wanita memang tak bisa menahan diri saat musim sale tiba. Sadar kebiasaan ini bisa memicu perdebatan dengan pasangan, banyak wanita yang memilih menyembunyikan harga sebenarnya dari barang-barang yang dibeli.
2. Sering memikirkan tentang seks
Bukan cuma pria yang suka memikirkan tentang seks, wanita juga, hanya bedanya yang ada dalam fantasi wanita adalah pasangannya. Sayangnya, di malam hari terkadang kaum hawa ini terlalu lelah dan kehabisan energi untuk mewujudkan fantasinya.
3. Takut komitmen
Memang benar bahwa wanita sering memimpikan pernikahan yang romantis, serba putih, dan bersanding dengan pangeran tampan. Tapi, wanita juga tak berbeda jauh dengan pria, mereka juga cemas dan takut saat memikirkan komitmen. Segala hal yang menimbulkan ketidak pastian memang membuat hati ragu. Apakah pria ini akan jadi suami yang baik, apakah pernikahan kami akan bahagia, dan sederet keraguan lainnya langsung hinggap di kepala saat membicarakan tentang pernikahan.
4. Tetap butuh bantuan
Wanita masa kini memang lebih modern dan mandiri, tapi bagaimana pun juga dalam hati kecil setiap wanita membutuhkan bantuan dan perlindungan dari pasangannya. Membetulkan mobil yang mogok, memiliki pengetahuan yang luas, atau sekadar membawakan tas, sudah membuat wanita merasa lebih feminin dan aman bersama si dia.
5. Ingin dicemburui
Rasanya setiap wanita ingin diperhatikan oleh pasangan dan sedikit dicemburui. Hal itu akan membuat wanita merasa menjadi orang yang dibutuhkan dan disayangi pasangannya. Itu sebabnya, saat ada pria lain memuji kecantikan, kami berharap pasangan mengetahuinya dan memperlihatkan rasa cemburu.
6. Curhat pada sahabat
Pada sahabat kita leluasa bercerita tentang berbagai hal, tapi tak semua hal dibuka begitu saja. Ada hal-hal tertentu yang tetap kami simpan sendiri terutama yang sifatnya sangat pribadi, misalnya kesedihan suami saat orangtuanya meninggal, dan sebagainya.
7. Suka pada hal-hal romantis
Setiap wanita pada dasarnya menyukai hal-hal yang romantis atau sesuatu yang bisa menimbulkan sensasi bahagia, seperti saat sedang jatuh cinta. Makanya, untuk mengulang sensasi jatuh cinta ini, kebanyakan wanita adalah penggemar film-film cinta atau komedi romantis.
7 Hal yang tak boleh dilakukan setelah makan
Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)
2. Jangan langsung makan buah-buahan
Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan.
3. Jangan minum Teh
Karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.
4. Jangan mengendorkan ikat pinggangmu
Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.
5. Jangan Mandi
Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badanyang menyebabkan jumlah dara sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan system pencernaan di dalam perut kita.
6. Jangan Berjalan-jalan
Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan system pencernaan tidak mampu menyerab nutrisi dari makanan yang telah kita makan.
7. Jangan langsung tidur
Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.
28 March 2009
Cowok suka gambar cewe cakep & gambar cewe berpose syur??
1. For Fun
Cuman iseng, atau suka...???
2. Hormon Testosterone
Jangan salahin cowok, mereka punya hormon yg mengontrol impulse/keinginan untuk
melakukan itu. begitu juga dengan cewe, mereka punya hormon estrogen dan progesteron.
3. Sifat Genetik
Naturally, DNA dan otak cowok emang udah diprogram untuk tertarik dengan lawan jenis, terutama yg berpenampilan atau punya fisik menarik.
4. Masturbasi
Memuaskan hasrat seksual sendiri.
5. Fantasi Seks
Yang ini berhubungan dengan imajinasi. menghayal berhubungan intim dengan lawan jenis sering menuju pada hubungan sex secara langsung atau dengan masturbasi
Perilaku seperti ini sebenarnya normal...terutama pria yg ada dalam usia produktif
tapi kalau berlebihan = not normal
4 Tanda Pria Siap Menikah & Tidak Siap Menikah.
Pernahkah Anda merasa begitu sulit menyatukan dua hal ini ?
Jika saat ini Anda tengah berusaha agar kekasih Anda bersedia berkomitmen, ada kabar baik dan kabar buruk yang perlu diketahui. Kabar baiknya, Anda bisa berhenti bersikap manis agar ia segera melamar.
Sedang kabar buruknya adalah tak ada yang bisa kita lakukan untuk mempercepat prosesnya. Pria memiliki jam biologis sendiri, ketika mereka sudah siap, tanpa diminta mereka akan berlutut melamar Anda. Jadi sambil menunggu, Anda bisa meyakinkan dirinya bahwa Anda adalah orang yang paling tepat untuk dijadikan pasangan hidup. Atau kalau mau, Anda juga bisa mencari orang yang tidak perlu diyakinkan.
Carie dkk di serial Sex and the City pernah membuat persamaan antara pria yang siap menikah dengan taksi. Pada satu titik dalam hidupnya, pria akan siap untuk mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Ketika lampu "available" menyala, maka wanita yang menjadi kekasihnya bisa masuk dan melaju dalam pernikahan.
Lalu bagaimana kita tahu bedanya pria yang "lampunya menyala" dengan yang sedang menyetir dalam gelap ?
1. Hari bersenang-senang telah berakhir.
Menurut John Malloy, penulis buku Why Men Marry Some Woman and Not Others, yang didasarkan pada survey yang dilakukannya pada 2500 pria, saat seorang pria siap menikah, kehidupan lajang sudah tidak lagi menarik untuknya.
Malloy mewawancara pria berusia 17-70 tahun yang sedang berencana menikah; mereka mengaku mulai kehilangan minat mengunjungi klub, cafe atau bar yang selama ini menjadi tempat favoritnya.
2. Mandiri secara finansial
Meski pria juga memiliki jam biologis tetapi waktunya tidak sama dengan yang terjadi pada wanita. Kebanyakan pria lebih fokus untuk sampai pada kondisi mapan secara finansial sebelum berkeluarga. Jika ia masih berjuang atau kewalahan memenuhi kebutuhan pribadinya, ia tidak akan mau menambah bebannya dengan kehadiran seorang istri. Bila Anda berharap segera menikah, yang Anda butuhkan adalah pria dewasa ; seseorang yang bisa diandalkan, yang mampu menghidupi dirinya tanpa bantuan keluarga. Meski si dia tidak kunjung melamar, paling tidak ia mau diajak bicara tentang komitmen atau konsep hidup berkeluarga.
3. Ingin menjadi Ayah
Perhatikan sikapnya,bisa jadi ia memandang anak-anak dengan tatapan rindu dan mulai sering berkata kalau suatu hari nanti Anda pasti memiliki anak yang cantik. Jika pasangan Anda bukan pria yang suka berterus terang, coba simak apa kata John Malloy, "kebanyakan pria ingin punya anak pada usia muda agar ia bisa mengajarkan anak-anaknya memancing, bermain bola dan aktivitas laki-laki lainnya".
Dari survey yang dilakukan Malloy, ditemukan fakta bahwa usia bisa menjadi salah satu faktor bagi pria untuk segera menikah. Pria berpendidikan tinggi, biasanya tidak melihat pernikahan sebagai sesuatu yang serius sampai mereka berusia 26 tahun. Dan mereka akan masuk pada tahap membutuhkan komitmen di usia 28 sampai 33 tahun. Pria dengan jenjang pendidikan yang memakan waktu lama seperti dokter atau pengacara, berada di puncak kebutuhan pada usia 30 - 36 tahun. Tetapi masih menurut Malloy, ketika pria masih melajang di usia 37, kemungkinan ia akan menikah menjadi kecil. Dan setelah berusia 43, mungkin ia akan memutuskan untuk melajang selamanya.
4. Status pacar tetapi bersikap seperti suami
Ketika seorang pria sudah siap menjadi suami, ia akan bertingkah layaknya seorang suami. Misalnya ia membuat rencana masa depan, memperkenalkan Anda kepada teman-teman dan keluarganya, tidak hanya menelepon setiap hari tetapi juga bercerita aktivitasnya hari ini secara detail dan ingin mendengar hal yang sama dari Anda. Singkatnya, ia bersikap jujur dan terbuka.
Bila Anda tidak yakin dengan perhatian pasangan Anda, perhatikan tingkah lakunya, dan yang terpenting pandangannya terhadap masa depan. Jika ia berjanji menikahi Anda tetapi tidak menyebutkan waktu, atau ia sering menghindar bilamana Anda mulai menyinggung topik masa depan, tampaknya kemungkinan Anda untuk naik pelaminan bersamanya sangat kecil. Tetapi jangan cuma mengira itu karena ia belum siap. Berterus teranglah kepadanya dan sampaikan perasaan Anda, sehingga Anda bisa tahu dimana posisi Anda dalam hidupnya. Jika ia tidak siap, maka tidak ada yang bisa mengubahnya. Untuk kasus seperti ini, ada baiknya Anda berpikir ulang. Apakah Anda masih ingin menunggunya ?
Ia tidak siap menikah bila :
1. Sering mengatakan tidak ingin diikat dalam tali perkimpoian
Daripada membuang waktu untuk mengubah pikirannya, percaya padanya dan segera angkat kaki.
2. Membeli mobil baru
Atau barang-barang mewah lainnya yang tidak mencerminkan kebutuhan masa depan. Jika ia tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab dalam mengatur keuangannya, maka pola pikirnya masih ’saya’, bukan ’kita’.
3. Menyebut temannya yang sudah menikah "pecundang"
Jika ia ingin memiliki pasangan hidup, ia akan melihat pria dan wanita yang membangun masa depan bersama sebagai suatu hal yang indah, bukan sebaliknya.
4. Sering membuat Anda menangis
Dan itu bukan air mata bahagia. Jika ia tidak dapat dipercaya, sering berdusta, punya banyak Teman Tapi Mesra, lebih baik ’bercerai’ sekarang daripada di pengadilan.
27 March 2009
Jangan Jadikan Pernikahan Suatu Tujuan Akhir
“Akhirnyaaaa…!” Begitu komentar teman-teman Anda ketika akhirnya Anda menyebarkan undangan pernikahan Anda. Selama ini Anda dikenal sebagai perempuan cuek, yang tidak juga menampakkan tanda-tanda akan menikah. Sehingga ketika akhirnya mengumumkan pernikahan, terlontarlah kata tersebut.Banyak perempuan menganggap menikah adalah suatu tujuan dalam hidupnya. Hal ini umumnya dialami oleh perempuan yang sejak kecil dibebani suatu konsep bahwa siklus hidup seseorang adalah lahir, sekolah, bekerja, lalu menikah. Menikah di sini dijadikan suatu tahapan akhir dalam siklus hidup tersebut, sehingga hidup perempuan belum tuntas jika belum menikah. Akan menjadi penghalang besar ketika perjalanan cinta perempuan tak semulus harapannya. Akhirnya, ketika usianya semakin bertambah dan terus didesak untuk menikah, begitu menemukan seorang pria yang dinilai cukup memenuhi syarat, perempuan segera memutuskan untuk menikah.
Pada tahap ini, perempuan tentu menganggap bahwa tugasnya sebagai perempuan telah selesai. Tak akan ada lagi desakan atau tuntutan dari keluarga untuk menikah. Bagaimana hidup akan berjalan setelah menikah adalah urusan nanti. Perempuan menjadi lega karena telah berhasil mengubah statusnya dari lajang menjadi menikah.
Perlu disadari bahwa keputusan untuk menikah adalah suatu keputusan besar. Anda akan menjalani sisa hidup Anda bersama pria yang Anda pilih ini. Dibutuhkan suatu komitmen untuk menjalani hidup dalam susah dan senang, komitmen untuk memahami bagaimana kepribadian pasangan Anda yang sesungguhnya, komitmen untuk mencari jalan keluar bila terjadi masalah, dan tentunya komitmen untuk saling membahagiakan. Artinya, dengan menikah Anda justru baru memasuki suatu babak baru dalam kehidupan Anda. Tak percaya?
Bila biasanya Anda mengurus diri sendiri, kini harus mengurusi suami, anak, dan ikut merawat dan membantu biaya perawatan mertua Anda sakit. Anda harus mampu mengelola keuangan agar mampu mencukupi kebutuhan pokok seperti biaya kesehatan, sekolah anak, cicilan rumah dan mobil, dan lain-lainnya. Anda juga masih harus berkompromi dengan suami yang ternyata memiliki perbedaan prinsip hidup. Begitu masa bulan madu berlalu, hal-hal itulah yang Anda hadapi dalam rutinitas sehari-hari.
Anda mungkin juga tak akan menyadarinya, namun akan ada masalah yang muncul bila Anda menganggap tujuan akhir dalam hidup Anda sudah terpenuhi dengan menikah:
1. Anda tidak merasa perlu lagi menghujaninya dengan perhatian, hal yang dulu selalu Anda lakukan untuk “mengikatnya”.
2. Anda merasa tak perlu lagi merawat diri untuk memikat seorang pria, karena merasa sudah “laku”. Akhirnya, penampilan Anda begitu asal-asalan. Anda tak peduli lagi dengan berat badan yang terus bertambah, muka kusam karena kelelahan, atau berpakaian seadanya.
3. Anda merasa berat dalam menjalani tanggung jawab Anda sebagai istri, menantu, dan ibu. Segalanya Anda anggap sebagai beban, sehingga membuat Anda stres.
4. Hal-hal baru yang Anda temui pada suami, seperti sifat-sifat dan kebiasaannya, Anda anggap sebagai jebakan, karena tidak Anda lihat saat belum menikah.
5. Anda mulai enggan bermesraan dengan suami, dari sekadar ngobrol hingga berhubungan intim. Apalagi jika Anda menikahinya hanya supaya bisa menikah.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Hal-hal di atas tidak akan Anda alami jika Anda telah memahami betul mengapa Anda menikah. Artinya, Anda telah mengetahui dan bersedia menerima semua tanggung jawab Anda sebagai istri maupun ibu. Sehingga, tugas dan tanggung jawab yang berat tersebut akan Anda jalani dengan senang. Karena bagaimana pun, tujuan menikah adalah mendapatkan kebahagiaan.
Sumber: Kompas